11 April 2021

Apa itu "Machine Learning"?

Menjawab pertanyaan ini dengan definisi dari para ahli adalah pekerjaan mudah. Namun membuat seseorang mengerti tentang apa itu "machine learning" mungkin tidak semudah itu. Karena itu sebaiknya kita mengetahui juga mengenai latar belakangnya dan juga melihat contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Artificial Intelegence (A.I.) atau kecerdasan buatan

"Bisakah kita menciptakan mesin yang bisa berpikir?" Berpikir layaknya manusia berpikir. Ini adalah sebuah pertanyaan, namun kita juga bisa melihatnya sebagai sebuah tantangan.
Pertanyaan tadi yang hendak dijawab oleh para ahli. Sehingga terciptalah sebuah mesin yang bisa diprogram untuk berbagai tujuan berupa komputer.

Bila kita lihat gambar di bawah, maka terlihat bahwa "machine learning" adalah bagian dari kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan yang didefinisikan sebagai teknik untuk memungkinkan komputer menyerupai perilaku manusia. Sebelum machine learning berkembang, AI hanyalah sekumpulan aturan baku yang dibuat dalam bentuk program. Sehingga kalau teknik seperti ini yang digunakan maka jalan untuk menyerupai perilaku manusia sangat-sangat panjang. Untuk bisa mengenali wajah, sulit sekali dengan teknik seperti ini.

Begitu hardware sudah memungkinkan, maka berkembanglah machine learning. Di sini kecerdasan buatan dicapai dengan cara memaparkan program komputer dengan data riil dalam jumlah yang sangat besar atau sering kita dengar sebagai Big Data. Dengan data yang banyak ini, machine learning akan membentuk sendiri aturan yang sebelumnya harus disusun oleh programmer satu demi satu. Paparan terhadap data besar ini seolah-olah proses belajar panjang pada manusia, sampai menjadi benar-benar ahli.

Tentu saja, agar komputer bisa menyusun aturan tersebut di atas, tetap saja ia harus diprogram. Namun sekarang, program tersebut lebih mudah diubah fungsinya dengan memberikan input data yang berbeda. Program tersebut mampu mempejari kemampuan baru dengan melihat jenis data yang baru.

MIT Introduction to Deep Learning | 6.S191
 from: https://www.youtube.com/watch?v=5tvmMX8r_OM

Kalau kita pernah membaca mengenai Alpha Go, yang bisa mempelajari permainan catur Cina, bahkan bisa mengalahkan juara dunia catur Cina, setelah hanya berlatih melawan dirinya sendiri, dan hanya diberi tahu mengenai aturan permainan tersebut. Kemudian program yang sama diberikan aturan catur biasa, dan ia belajar menjadi Master Catur hanya dengan bertanding melawan dirinya sendiri.

Pernahkah anda melihat bahwa smartphone anda sekarang ini sudah bisa mengenali wajah anda? Bagaimana bisa? Jawabannya karena di dalam smartphone anda terdapat sebuah program pintar yang telah "diajari" untuk mengenali wajah manusia. Melihat kata "diajari" menimbulkan kesan seolah-olah program tersebut hidup, dan bisa belajar layaknya makhluk hidup.

Ini diperoleh dari teknik pemrograman komputer yang memungkinkan komputer tersebut membuat sebuah model berdasarkan data yang pernah "diperlihatkan" kepada komputer tersebut. Misalnya kepada sebuah program "machine learning" tertentu, diperlihatkan ribuan foto kucing dan ribuan foto anjing. Masing-masing foto tersebut diberi nama yang sesuai. Misalnya foto kucing, diberi nama kucing dan sebaliknya. Karena cara pemrogramannya yang tertentu, sehingga akhirnya komputer bisa membuat prediksi, apakah suatu gambar yang "diperlihatkan" padanya adalah kucing atau anjing. Semakin banyak data yang digunakan untuk "belajar", prediksi yang diberikan semakin akurat.

Sebenarnya tidak hidup juga. Namun berkat keterampilan manusia dalam membuat program dan semakin mumpuninya perangkat keras komputer, sehingga mesin yang seolah-olah hidup dan belajar seperti ini sudah bisa kita capai. Namun jika dibandingkan dengan kompleksitas otak, terutama otak manusia, mesin yang bisa belajar ini belumlah mencapai apa-apa. 

Saya masih akan menyempurnakan tulisan ini